Sabtu, 06 November 2010

SIMULASI PENGATURAN LAMPU LALULINTAS BARBASIS LOGIKA FUZZY DENGAN MENGGUAKAN MATLAB 7.0

Lampu lalulintas memegang peranan penting dalam pengaturan kelancaran lalulintas. Sistem pengaturan lalulintas yang ada saat ini sebagian besar masih berbasis siklus waktu. Siklus ini tidak dapat mengikuti perubahan kepadatan pada jalur yang diatur, sehingga mengakibatkan antrian dan kemacetan lalulitas.

Lampu lalulintas pada perkembangan selanjutnya tidak hanya menyala untuk waktu yang sudah ditentukan saja, tetapi disesuaikan dengan kepadatan arus lalulintas pada lengan-lengan persimpangan jalan. Melihat pengguna kendaraan yang semakin padat dan dinamis maka lampu lalulintas sebagai pengatur kelancaran jalan sedapat mungkin memberikan pelayanan yang maksimal bagi pengguna jalan. 

Dengan metode perancang kendali konvensional yang banyak digunakan sistem pengaturan lampu lalulintas saat ini memerlukan biaya yang banyak, siklus pengembangan rancangan yang panjang, dan kompleksitas desain yang tinggi. Berbeda dengan metodologi perancangan kendali konvensional, metodologi perancangan kendali pada logika fuzzy lebih sederhana. Metodologi perancangan kendali pada logika fuzzy hanya memerlukan 3 langkah yaitu memahami dan mengkarakteristikan kelakuan sistem dan mendata kebutuhan sistem, merancang algoritma kendali dengan menggunakan aturan kabur yang mendeskripsiskan prinsip-prinsip pengaturan pengendali dalam kaitannya dengan hubungan masukkan dan keluaran sistem, dan langkah yang terakhir adalah mensimulasikan dan mendebug rancangan. Jika kemampuan tidak memuaskan, perubahan yang perlu dilakukan hanyalah memodifikasi aturan fuzzy dan pengujian ulang sistem. Kemudahan metodologi perancangan dengan logika fuzzy ini secara substansial mereduksi biaya dan bahkan memperbaiki waktu pemasaran.

Mempelajari logika fuzzy, dapat menyelesaikan masalah-masalah yang tidak pasti jawabannya termasuk sistem pengendalian lampu lalulintas.  Sistem pengendalian lampu lalulintas yang menggunakan istilah untuk sebaran kendaraanyang terdiri dari Tidak Padat (TP) Kurang Padat (KP), Cukup Padat (CP), Padat (P), Sangat Padat (SP), sedangkan untuk waktu nyala lampu lalulintas adalah : Cepat (C), Agak Cepat (AC), Sedang (S), Agak Lama (AL), dan Lama (L). Istilah-istilah inilah yang dapat menimbulkan kemenduaan (ambiguity) dalam pengertiannya. Logika fuzzy dapat mengubah kemenduaan tersebut kedalam model matematis sehingga dapat diproses lebih lanjut untuk diterapkan dalam sistem kendali.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar